Skip to content

Item Sale Category

Fungsi Data

Item Sale Category digunakan untuk mengelola kategori item jual yang membantu tampilan menu, reporting, dan pengaturan POS/Order.

Kapan Diatur

Atur data ini saat setup awal sistem, saat ada perubahan kebijakan operasional, atau saat data baru dibutuhkan oleh transaksi.

Dipakai Oleh

Data ini biasanya dipakai oleh Inventory, Purchasing, Sales, Production, VSC POS, VSC KDS, VSC Order, dan laporan stok. Jika pilihan Item Sale Category tidak muncul di transaksi terkait, periksa kembali status aktif dan relasinya di Master Data.

Catatan Penting

Gunakan nama yang mudah dikenali user operasional. Hindari membuat data duplikat karena dapat membingungkan saat transaksi, approval, dan pelaporan.

Prasyarat

  1. Buka menu Master Data > Product > Item Sale Category.
  2. Pastikan user memiliki akses untuk create, edit, dan delete Item Sale Category.
  3. Gunakan tampilan light mode agar tabel, dialog, dan penanda screenshot mudah dibaca.

Keterangan Penanda Screenshot

  • Kotak dan nomor hijau menunjukkan langkah create.
  • Kotak dan nomor biru menunjukkan langkah update.
  • Kotak dan nomor merah menunjukkan langkah delete.

Langkah CRUD Category

Modul master/itemSaleCtg memiliki 4 section: Category, Sub Category, Fam Category, dan Sub Fam Category. Panduan ini hanya mencakup CRUD Category terlebih dahulu.

Langkah Create Category

  1. Klik tombol + pada section Category (penanda hijau nomor 1).

List Item Sale Category

  1. Isi Code dengan ISC (penanda hijau nomor 1).
  2. Isi Name dengan Item Sale Category Panduan (penanda hijau nomor 2).
  3. Isi Sort dengan 10 (penanda hijau nomor 3).
  4. Klik tombol Save (penanda hijau nomor 4).

Create Item Sale Category

  1. Data Category berhasil dibuat dan tampil pada row ISC (penanda hijau nomor 1).

Hasil Create Item Sale Category

Catatan validasi create: Code dan Name wajib diisi. Code wajib uppercase/alphanumeric, unik, dan maksimal 20 karakter. Sort bersifat optional, tetapi diisi pada contoh agar urutan kategori terlihat jelas.

Langkah Update Category

  1. Klik action pada row ISC, lalu pilih Edit.
  2. Ubah Name menjadi Item Sale Category Panduan Updated (penanda biru nomor 1).
  3. Ubah Sort menjadi 20 (penanda biru nomor 2).
  4. Klik tombol Save (penanda biru nomor 3).

Update Item Sale Category

  1. Row ISC menampilkan hasil update dengan nama Item Sale Category Panduan Updated (penanda biru nomor 1).

Hasil Update Item Sale Category

Catatan validasi update: Code readonly/disabled saat edit. Pada contoh ini, kode tetap ISC; perubahan hanya dilakukan pada Name dan Sort.

Langkah Delete Category

  1. Klik action pada row ISC, lalu pilih Delete.
  2. Pada dialog konfirmasi, klik tombol Delete (penanda merah nomor 1).

Delete Item Sale Category

  1. Setelah delete, row ISC tidak lagi tampil pada section Category (penanda merah nomor 1).

Hasil Delete Item Sale Category

Catatan validasi delete: delete dilakukan melalui dialog konfirmasi dari action row. Pastikan data yang dihapus adalah row Category yang benar, terutama saat section lain sudah memiliki data parent/child.

Langkah CRUD Sub Category

Section Sub Category berada di panel kedua. User wajib memilih salah satu row Category terlebih dahulu agar tombol create Sub Category aktif.

Prasyarat Sub Category

  1. Pilih row Category FOOD pada section Category (penanda hijau nomor 1).
  2. Setelah Category dipilih, tombol + pada section Sub Category aktif dan dapat digunakan untuk create Sub Category (penanda hijau nomor 2).

Prasyarat Sub Category

Catatan validasi prasyarat: tombol create Sub Category disabled sebelum parent Category dipilih. Pada contoh ini, parent yang dipakai adalah FOOD - FOOD.

Langkah Create Sub Category

  1. Klik tombol + pada section Sub Category setelah Category FOOD dipilih.
  2. Isi Code dengan ISC (penanda hijau nomor 1).
  3. Pastikan Item Sale Ctg Parent terisi FOOD dan readonly (penanda hijau nomor 2).
  4. Isi Name dengan Item Sale Sub Category Panduan (penanda hijau nomor 3).
  5. Isi Sort dengan 10 (penanda hijau nomor 4).
  6. Klik tombol Save (penanda hijau nomor 5).

Create Sub Category

  1. Data Sub Category berhasil dibuat dan tampil pada row ISC di bawah parent FOOD (penanda hijau nomor 1).

Hasil Create Sub Category

Catatan validasi create: Code dan Name wajib diisi. Untuk Sub Category, sistem mengirim level = 2 dan code_parent = FOOD.

Langkah Update Sub Category

  1. Klik action pada row ISC, lalu pilih Edit.
  2. Ubah Name menjadi Item Sale Sub Category Panduan Updated (penanda biru nomor 1).
  3. Ubah Sort menjadi 20 (penanda biru nomor 2).
  4. Klik tombol Save (penanda biru nomor 3).

Update Sub Category

  1. Row ISC menampilkan hasil update dengan nama Item Sale Sub Category Panduan Updated (penanda biru nomor 1).

Hasil Update Sub Category

Catatan validasi update: Code dan Item Sale Ctg Parent readonly/disabled saat edit. Pada contoh ini, kode tetap ISC dan parent tetap FOOD.

Langkah Delete Sub Category

  1. Klik action pada row ISC, lalu pilih Delete.
  2. Pada dialog konfirmasi, klik tombol Delete (penanda merah nomor 1).

Delete Sub Category

  1. Setelah delete, row ISC tidak lagi tampil pada section Sub Category untuk parent FOOD (penanda merah nomor 1).

Hasil Delete Sub Category

Catatan validasi delete: delete dilakukan melalui dialog konfirmasi dari action row. Pastikan parent Category yang sedang dipilih adalah parent yang benar sebelum menghapus Sub Category.

Langkah CRUD Family Category

Section Family Category berada di panel ketiga. User wajib memilih row Category lalu row Sub Category terlebih dahulu agar tombol create Family Category aktif.

Prasyarat Family Category

  1. Pilih row Category FOOD pada section Category (penanda hijau nomor 1).
  2. Pilih row Sub Category MAIN pada section Sub Category (penanda hijau nomor 2).
  3. Setelah Sub Category dipilih, tombol + pada section Family Category aktif dan dapat digunakan untuk create Family Category (penanda hijau nomor 3).

Prasyarat Family Category

Catatan validasi prasyarat: tombol create Family Category disabled sebelum parent Sub Category dipilih. Pada contoh ini, parent chain yang dipakai adalah FOOD - FOOD > MAIN - MAIN COURSE.

Langkah Create Family Category

  1. Klik tombol + pada section Family Category setelah Sub Category MAIN dipilih.
  2. Isi Code dengan IFC (penanda hijau nomor 1).
  3. Pastikan Item Sale Ctg Parent terisi MAIN dan readonly (penanda hijau nomor 2).
  4. Isi Name dengan Item Sale Family Category Panduan (penanda hijau nomor 3).
  5. Isi Sort dengan 10 (penanda hijau nomor 4).
  6. Klik tombol Save (penanda hijau nomor 5).

Create Family Category

  1. Data Family Category berhasil dibuat dan tampil pada row IFC di bawah parent MAIN (penanda hijau nomor 1).

Hasil Create Family Category

Catatan validasi create: Code dan Name wajib diisi. Untuk Family Category, sistem mengirim level = 3 dan code_parent = MAIN.

Langkah Update Family Category

  1. Klik action pada row IFC, lalu pilih Edit.
  2. Ubah Name menjadi Item Sale Family Category Panduan Updated (penanda biru nomor 1).
  3. Ubah Sort menjadi 20 (penanda biru nomor 2).
  4. Klik tombol Save (penanda biru nomor 3).

Update Family Category

  1. Row IFC menampilkan hasil update dengan nama Item Sale Family Category Panduan Updated (penanda biru nomor 1).

Hasil Update Family Category

Catatan validasi update: Code dan Item Sale Ctg Parent readonly/disabled saat edit. Pada contoh ini, kode tetap IFC dan parent tetap MAIN.

Langkah Delete Family Category

  1. Klik action pada row IFC, lalu pilih Delete.
  2. Pada dialog konfirmasi, klik tombol Delete (penanda merah nomor 1).

Delete Family Category

  1. Setelah delete, row IFC tidak lagi tampil pada section Family Category untuk parent MAIN (penanda merah nomor 1).

Hasil Delete Family Category

Catatan validasi delete: delete dilakukan melalui dialog konfirmasi dari action row. Pastikan parent Sub Category yang sedang dipilih adalah parent yang benar sebelum menghapus Family Category.

Langkah CRUD Sub Family Category

Section Sub Family Category berada di panel keempat. User wajib memilih row Category, Sub Category, lalu Family Category terlebih dahulu agar tombol create Sub Family Category aktif.

Prasyarat Sub Family Category

  1. Pilih row Category FOOD pada section Category (penanda hijau nomor 1).
  2. Pilih row Sub Category MAIN pada section Sub Category (penanda hijau nomor 2).
  3. Pilih row Family Category IFC pada section Family Category (penanda hijau nomor 3).
  4. Setelah Family Category dipilih, tombol + pada section Sub Family Category aktif dan dapat digunakan untuk create Sub Family Category (penanda hijau nomor 4).

Prasyarat Sub Family Category

Catatan validasi prasyarat: tombol create Sub Family Category disabled sebelum parent Family Category dipilih. Pada contoh ini, parent chain yang dipakai adalah FOOD - FOOD > MAIN - MAIN COURSE > IFC - Item Sale Family Category Panduan.

Langkah Create Sub Family Category

  1. Klik tombol + pada section Sub Family Category setelah Family Category IFC dipilih.
  2. Isi Code dengan ISF (penanda hijau nomor 1).
  3. Pastikan Item Sale Ctg Parent terisi IFC dan readonly (penanda hijau nomor 2).
  4. Isi Name dengan Item Sale Sub Family Category Panduan (penanda hijau nomor 3).
  5. Isi Sort dengan 10 (penanda hijau nomor 4).
  6. Klik tombol Save (penanda hijau nomor 5).

Create Sub Family Category

  1. Data Sub Family Category berhasil dibuat dan tampil pada row ISF di bawah parent IFC (penanda hijau nomor 1).

Hasil Create Sub Family Category

Catatan validasi create: Code dan Name wajib diisi. Untuk Sub Family Category, sistem mengirim level = 4 dan code_parent = IFC.

Langkah Update Sub Family Category

  1. Klik action pada row ISF, lalu pilih Edit.
  2. Ubah Name menjadi Item Sale Sub Family Category Panduan Updated (penanda biru nomor 1).
  3. Ubah Sort menjadi 20 (penanda biru nomor 2).
  4. Klik tombol Save (penanda biru nomor 3).

Update Sub Family Category

  1. Row ISF menampilkan hasil update dengan nama Item Sale Sub Family Category Panduan Updated (penanda biru nomor 1).

Hasil Update Sub Family Category

Catatan validasi update: Code dan Item Sale Ctg Parent readonly/disabled saat edit. Pada contoh ini, kode tetap ISF dan parent tetap IFC.

Langkah Delete Sub Family Category

  1. Klik action pada row ISF, lalu pilih Delete.
  2. Pada dialog konfirmasi, klik tombol Delete (penanda merah nomor 1).

Delete Sub Family Category

  1. Setelah delete, row ISF tidak lagi tampil pada section Sub Family Category untuk parent IFC (penanda merah nomor 1).

Hasil Delete Sub Family Category

Catatan validasi delete: delete dilakukan melalui dialog konfirmasi dari action row. Pastikan parent Family Category yang sedang dipilih adalah parent yang benar sebelum menghapus Sub Family Category.

Catatan Perilaku UI Aktual

  • Section Category adalah level 1 dan tidak membutuhkan parent.
  • Section Sub Category adalah level 2 dan membutuhkan parent Category.
  • Section Family Category adalah level 3 dan membutuhkan parent Sub Category.
  • Section Sub Family Category adalah level 4 dan membutuhkan parent Family Category.
  • Form create Category berisi Code, Name, dan Sort.
  • Form create Sub Category berisi Code, Item Sale Ctg Parent, Name, dan Sort.
  • Form create Family Category berisi Code, Item Sale Ctg Parent, Name, dan Sort.
  • Form create Sub Family Category berisi Code, Item Sale Ctg Parent, Name, dan Sort.
  • Saat edit, Code readonly/disabled; untuk Sub Category, Family Category, dan Sub Family Category, Item Sale Ctg Parent juga readonly/disabled.
  • Delete dilakukan dari action row melalui dialog konfirmasi.